kisah tentang seorang manusia yang menjalin hubungan dengan manusia lainnya. membuat sebuah ikatan yang begitu kuat, bisa kita sebut dengan ikatan persahabatan.
meski tidak sekuat ikatan keluarga atau saudara, namun ikatan persahabatan ini adalah ikatan yang mampu terjalin tanpa ada hubungan darah, tanpa ada ikatan lain yang mengikuti atau mengganggu.
kisah tentang diri saya sendiri, tentang sahabat. apasih itu sahabat? bagiku sahabat adalah manusia yang hanya lewat di kehidupan kita. kita bertemu dengan seseorang yang kemudian kita jadikan dia sebagai sahabat kita, lalu suatu hari dia atau kita akan pergi meninggalkan salah satunya, apa saya salah?
dimana ada pertemuan, disitu ada perpisahan. semua orang adalah komponen makhluk hidup yang berlalu lalang di kehidupan kita. namun, perbedaannya adalah, saat kita menjalin sebuah ikatan dengan seseorang, apapun itu namanya entah itu ibu dan bapak, orang tua dan anak, saudara, sepupu, atasan, bawahan, teman, sahabat, pacar, tunangan, pasangan yang sah dan lain sebagainya.
perbedaannya adalah, kita memiliki kenangan. ingatan tentang suatu peristiwa dimana kita terlibat bersama orang tersebut didalamnya.
jujur saja, saya merasa bahwa semua ingatan-ingatan itu dapat menimbulkan penyakit seperti trauma, paranoid, mimpi buruk, atau bahkan yang lebih parah adalah penyakit jiwa.
saya memiliki banyak teman semenjak saya kecil, namun entah mengapa saya selalu merasa dijauhi oleh mereka, diabaikan, dibully, disepelekan, padahal mereka tidak merasa seperti itu.
sekarang saya mengerti alasan mereka melakukan hal-hal semacam itu, bercanda yg berlebihan, mengejek, mengolok-olok, memaki, bahkan menghina.
saya merasa bahwa diri saya selalu bisa melakukan apapun, dan saya juga berasal dari keluarga yang berkecukupan, serta saya merupakan anak yang paling dimanja oleh orang tuanya.
kemungkinannya adalah, mereka iri terhadap saya. karena itu mereka menjauhi saya, dan datang kepada saya hanya saat mereka butuh bantuan saya.
tapi semua itu hanya teori saya saja, karena saya hanya bisa mengira-ngira seperti itu agar diri saya sendiri dapat terus melangkah maju dan optimis dalam menjalani berbagai macam hal.
manusia diciptakan memiliki ego, hawa nafsu, fikiran, dan perasaan yang sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kondisinya.
wajar bila anda menemukan seorang sahabat yang kemudian menghianati anda dan pergi jauh dari anda, itu wajar. karena jika anda berada di posisi orang tersebut anda juga akan memiliki ego atau keinginan yang sama.
saya berkali-kali dijauhi, dihianati.. mereka mendekati saya, lalu setelah mereka selesai, bosan, atau lelah dengan saya mereka pergi menjauh.
cukup sampai disini saja, ingin rasanya saya ketik lebih panjang lagi. tapi itu hanya akan memperburuk emosi saya dan mengubah mood saya.